4. QoS pada MANET

4.1       Kebutuhan QoS pada MANET

Dikarenakan karakteristik dari MANET yang berbeda dengan jaringan tetap, maka dalam menerapkan QoS pada MANET perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini :

a.      Route Stability

Kestabilan routing haruslah dijaga mengingat karakteristik topologi MANET yang dapat berubah-ubah menyebabkan rekonstruksi jalur routing setiap saat khususnya pada saat terjadi perubahan node.

b.      Security

Keamanan data harus menjadi perhatian karena data mengalir melalui jaringan wireless yang sangat mudah untuk direkam. Penggunaan enkripsi yang kuat akan membantu meningkatkan keamanan pada jaringan tersebut.

c.       Reliability

Keandalan jaringan menjadi perhatian penting karena jaringan dibangun menggunakan media gelombang radio yang memiliki keterbatasan jangkauan dan mudah terjadinya tabrakan gelombang (interferensi) yang menyebabkan terjadinya bit-error atau paket yang rusak dalam perjalanan.

4.2       Solusi QoS pada MANET

Dari uraian sebelumnya dapat diketahui bahwa keunikan jaringan MANET memiliki kesulitan tersendiri jika dibandingkan dengan jaringan tetap, perlu adanya penanganan QoS tersendiri yang dapat menutup potensi-potensi yang bisa menjatuhkan kualitas layanan pada MANET.

4.2.1       Cluster Based QoS Routing Protocol

Cluster Based QoS Routing Protocol (CBQR) merupakan algoritma yang didasarkan kepada suatu kenyataan bahwa node dikumpulkan dalam bentuk klaster menggunakan algoritma Least Cluster Change (LCC). Pertama-tama cluster-head akan memilih sebuah klaster berdasarkan cluster-id terkecil untuk membuat sebuah klaster dan cluster-head akan mengalami perubahan hanya jika terjadi : 1) ketika kedua cluster-head datang dari klaster yang sama, atau 2) node terputus (11).

Tabel 1. Member Table (berdasarkan (9))

S. No

IP Address

Setiap node memiliki member_table yang berisikan alamat dari node tetangganya. Selain itu node juga memiliki gateway_table yang menyimpan alamat dari gateway sebuah node beserta bandwidth pada jalur tersebut (11).

Tabel 2. Gateway Node Table (berdasarkan (9))

IP Address

Available bandwidth

Ketika sebuah node melakukan request untuk mengirim data ke node lain, maka alamat tujuan akan dicek pada member table. Jika alamat tujuan ditemukan maka data akan ditransfer ke alamat tersebut. Jika tidak, data akan dikirim ke cluster-head. Kemudian cluster-head akan melakukan pengecekan ulang pada member table, jika masih tidak ditemukan maka clusterhead akan mengecek pada tabel gateway node dimana bandwidth yang diperlukan tersedia dan mengirimkan paket tersebut ke node yang memiliki ketersediaan bandwidth. Selanjutnya alamat node tersebut akan disalin ke List-of-Visited-Nodes pada bagian data packet header. Variabel ini akan berguna untuk menghindari loop pada saat routing. Sehingga dapat dipastikan paket tidak akan melewati sebuah node lebih dari satu kali.

Berikut ini algoritma untuk menemukan sebuah node pada member table

FindMember(Data Packet DP)
For(i=1 to member_table_size)
{
      If((IP(member_table[i])==IP(DPH.Dest_Add))
      {
            Send the Data Packet to Dest_Add;
            Exit();
      }
      Send the Data Packet to cluster-head;
}

Berikut ini algoritma untuk gateway node pada gateway_table pada cluster-head

Gateway(Data Packet DP, AB)
For(i=0 to member_table_size)
{
      If(Not_Visited(IP(gateway_table[i]), DPH.List_of_Visited_Nodes) & (AB >= R)
      {
            Send the packet to gateway_node;
            AB = AB – R;
            List_of_Visited_Nodes = List_of_Visited_Nodes +
                                IP(gateway_table[i]);
            TTL = TTL + 1;
            Exit();
      }
}

Berikut ini algoritma untuk mengecek apakah sebuah node pernah dikunjungi atau belum

Not_Visited(Gateway node address, List of Visited Nodes)
For(i=0 to i < SIZE[List of Visited Nodes])
{
      If(List of Visited Nodes[i] == Node_Address)
      {
            Return false;
      }
      Else
      {
            Return true;
      }
}

4.3        Rencana Pengujian

Pengujian akan dilakukan dengan menggunakan simulator yang dengan pengaturan yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan QoS yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebelum melakukan pengujian, perlu dibuat beberapa skenario model jaringan MANET.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: