3. Mobile Ad Hoc Network (MANET)

3.1       Defenisi

Mobile Ad Hoc Network (MANET) adalah kumpulan dari beberapa wireless node yang dapat di set-up secara dinamis dimana saja dan kapan saja tanpa menggunakan infrastruktur jaringan yang ada (10). MANET juga merupakan jaringan sementara yang dibentuk oleh beberapa mobile node tanpa adanya pusat administrasi dan infrastruktur kabel (11). Pada MANET, mobile host yang terhubung dengan wireless dapat bergerak bebas dan juga berperan sebagai router.

Terdapat beberapa perbedaan antara jaringan ad hoc dengan jaringan yang memiliki infrastruktur, antara lain :

  1. Peer-to-Peer, yaitu komunikasi antara dua node dalam satu hop.
  2. Remote-to-Remote, yaitu komunikasi antar dua node diluar satu hop, namun masih tetap mengelola kestabilan rute di antara keduanya.
  3. Dynamic Traffic, terjadi ketika node bergerak, maka rute harus dikonstruksi ulang. Ini merupakan hasil dari tingkat konektifitas yang rendah.

3.2       Karakteristik MANET

Berdasarkan dokumen Request for Comments menjelaskan bahwa terdapat beberapa karakteristik dari Mobile Ad Hoc Network (MANET). Disana dijelaskan bahwa MANET terdiri dari mobile platform (seperti router dan perangkat wireless) dalam hal ini disebut dengan “node” yang bebas berpindah-pindah ke mana saja. Node tersebut bisa saja berada di pesawat, kapal, mobil dan dimana saja (12).

Setiap node dilengkapi dengan transmitter dan receiver wireless menggunakan antena atau sejenisnya yang bersifat omnidirectional (broadcast), highly directional (point to point), memungkinkan untuk diarahkan, atau kombinasi dari beberapa hal tersebut. Omnidirectional maksudnya adalah gelombang radio dipancarkan ke segala arah oleh perangkat transmitter wireless. Sedangkan highly directional adalah gelombang dipancarkan ke satu arah tertentu (12).

Selain karakteristik di atas, Mobile Ad Hoc Network (MANET) juga memiliki beberapa karakteristik yang lebih menonjol, antara lain (12) :

  1. Topologi yang dinamis : Node pada MANET memiliki sifat yang dinamis, yaitu dapat berpindah-pindah kemana saja. Maka topologi jaringan yang bentuknya adalah loncatan antara hop ke hop dapat berubah secara tidak terpola dan terjadi secara terus menerus tanpa ada ketetapan waktu untuk berpindah. Bisa saja didalam topologi tersebut terdiri dari node yang terhubung ke banyak hop lainnya, sehingga sangat berpengaruh secara signifikan terhadap susunan topologi jaringan.
  2. Otonomi : Setiap node pada MANET berperan sebagai end-user sekaligus sebagai router yang menghitung sendiri route-path yang selanjutnya akan dipilih.
  3. Keterbatasan bandwidth : Link pada jaringan wireless cenderung memiliki kapasitas yang rendah jika dibandingkan dengan jaringan berkabel. Jadi, kapasitas yang keluar untuk komunikasi wireless juga cenderung lebih kecil dari kapasitas maksimum transmisi. Efek yang terjadi pada jaringan yang berkapasitas rendah adalah congestion (kemacetan).
  4. Keterbatasan energi : Semua node pada MANET bersifat mobile, sehingga sangat dipastikan node tersebut menggunakan tenaga baterai untuk beroperasi. Sehingga perlu perancangan untuk optimalisasi energi.
  5. Keterbatasan Keamanan : Jaringan wireless cenderung lebih rentan terhadap keamanan daripada jaringan berkabel. Kegiatan pencurian (eavesdroping, spoofing dan denial of service) harus lebih diperhatikan.

3.3       Protokol MANET

Terdapat berbagai jenis protokol routing untuk MANET yang secara keseluruhan dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, antara lain (13):

a.      Proactive Routing

Algoritma ini akan mengelola daftar tujuan dan rute terbaru masing-masing dengan cara mendistribusikan routing table ke seluruh jaringan, sehingga jalur lalu lintas (traffic) akan sering dilalui oleh  routing table tersebut. Hal ini akan memperlambat aliran data jika terjadi restrukturisasi routing table.

Beberapa contoh algoritma proactive routing adalah :

–          Babel

–          B.A.T.M.A.N – Better Approach to Mobile Ad hoc Network

–          DSDV – Highly Dynamic Destination Sequenced Distance Vector routing protocol

–          HSR – Hierarchial State Routing Protocol

–          IARP – Intrazone Routing Protocol

–          LCA – Linked Cluster Architecture

–          WAR – Witness Aided Routing

–          OLSR – Optimized Link State Routing Protocol

b.      Reactive Routing

Tipe ini akan mencari rute (on demand) dengan cara membanjiri jaringan dengan paket router request. Sehingga dapat menyebabkan jaringan akan penuh (clogging).

Beberapa contoh algoritma reactive routing adalah :

–          SENCAST

–          Reliable Ad Hoh On Demand Distance Vector Routing Protocol

–          Ant-Based Routing Algorithm for Mobile Ad Hoc Network

–          Admission Control Enabled On Demand Routing (ACOR)

–          Ariadne

–          Associativity Based Routing

–          Ad Hoc On Demand Distance Vector (AODV)

–          Ad Hoc On Demand Multipath Distance Vector

–          Backup Source Routing

–          Dynamic Source Routing (DSR)

–          Flow State in the Dynamic Source Routing

–          Dynamic MANET On Demand Routing (DYMO)

c.       Flow Oriented Routing

Tipe protokol ini mencari rute dengan mengikuti aliran yang disediakan. Salah satu pilihan adalah dengan unicast secara terus-menerus ketika meneruskan data saat mempromosikan link baru. Beberapa kekurangan tipe protokol ini adalah membutuhkan waktu yang lama untuk mencari rute yang baru. Beberapa protokol yang memiliki tipe ini adalah :

–          Interzone Routing Protocol (IERP)

–          Lightweight Underlay Network Ad Hoc Routing (LUNAR)

–          Signal Stability Routing (SSR)

d.      Hybrid Routing

Tipe protokol ini menggabungkan antara proactive routing dengan reactive routing. Protokol untuk tipe ini adalah :

–          Hybrid Routing Protocol for Large Scale MANET (HRPLS)

–          Hybrid Wireless Mesh Protocol (HWMP)

–          Zone Routing Protocol (ZRP)

3.4       Fokus Pengembangan MANET

Topik tentang Mobile Ad Hoc Network (MANET) menjadi sangat banyak dijadikan penelitian. Adapun fokus penelitian MANET saat ini mengacu kepada beberapa hal antara lain (10):

a. Routing

Topologi MANET yang secara dinamis dapat berubah-ubah menyebabkan muncul tantangan untuk mencari solusi untuk routing paket. Hal ini penting karena pada saat ada perubahan posisi node, maka kemungkinan besar jalur routing akan berubah dan perlu untuk mengatur ulang jalur routing.

b. Security dan Reliability

Keamanan sangat diperlukan terlebih pada jaringan wireless. Ini akan mencegah seseorang untuk mengambil dan mengirimkan paket yang tidak diinginkan. Selain itu juga terhadap ketangguhan jaringan wireless yang memiliki jangkauan yang terbatas.

c. Quality of Service (QoS)

Penerapan QoS pada jaringan yang selalu berubah-ubah merupakan tantangan tersendiri. Implementasi QoS harus dikembangkan agar dapat menyesuaikan dengan kondisi jaringan pada MANET.

d. Internetworking

Selain komunikasi antar node di dalam MANET, juga perlu mengembangkan teknologi untuk berkomunikasi pada jaringan tetap.

e. Power Consumption

Hampir sebagian besar perangkat mobile saat ini menggunakan baterai sebagai sumber dayanya. Untuk penggunaan dalam jangka waktu yang relatif lama, maka perlu dikembangkan cara memperpanjang waktu operasi perangkat tersebut dengan cara memperbesar kapasitas baterai atau memperkecil jumlah konsumsi baterai.

  1. salam sejahtera.

    jika berkenan mohon untuk berbagi rujukan yang menggunakan angka-angka diatas, karena saat ini saya sedang melakukan penelitian mengenai routing pada MANET.

    atas kesediaanya dan bantuannya saya sampaikan terima kasih, mohon untuk berkenan via email di khozaimi@gmail.com

  2. Salam, sudah saya kirim emailnya, silahkan dicek mas. Maaf telat balasnya

  3. info yang berguna.. bisa minta tolong referensinya ngk?? soalnya saya juga sedang meneliti MANET ini.. tolong kirim ke adri_hatake@yahoo.co.id
    best regardz…

    • bambang
    • September 26th, 2013

    salam pak…
    saya ingin bertanya….
    untuk langkah-langkah simulasijaringan manet pake opnet langkah awalnya seperti apa y pak,.,.?

    tlng klaw ada d email ke bang.timan@gmail.com

    thkx sebelumnya,.,.,

    • aulia putra
    • September 30th, 2014

    selamat malam mas,
    apa boleh saya minta paper / rujukan dari manet ini ? kalau ada juga minta paper yang berkaitan dengan vanet juga mas
    bisa dikirim ke email auliaputraa@gmail.com

    terima kasih sebelumnya mas

    • Salam,

      Klik link berikut:  http://goo.gl/eK1OJz

      AffandeZone affandes[at]yma

    • rifia
    • June 16th, 2016

    very good information 🙂 terima kasih
    apabila berkenan untuk memberikan paper / sumber dari tulisan ini mohon dikirim ke rifia.andita@gmail.com

  4. malam, mohon untuk kirim rujukan sumber bacaannya….
    saya lagi meneliti tentng manet.. mohon kerjasamanya

    • qoqom
    • October 21st, 2018

    pagi bay , terusannya apa lagi…. masih utang 5 lagi

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: