Routing pada MANET

Secara umum, tujuan routing adalah untuk mencari jalur yang paling tepat dari satu node ke node lainnya dalam sebuah jaringan, baik jaringan berkabel maupun jaringan wireless. Pada MANET, proses routing tidaklah semudah seperti yang terjadi pada jaringan berkabel. Ini dikarenakan setiap node berperan sebagai router yang menerima aliran data dan menghitung jalur yang tepat untuk selanjutnya dikirimkan ke jalur tersebut sampai tujuan. Jadi, setiap node tidak dipengaruhi oleh node lain (otonomi) dalam menentukan routing.

Dengan demikian maka akan menjadi rumit ketika melihat karakteristik MANET itu sendiri. Itulah sebabnya ada protokol routing khusus untuk jaringan ad hoc. MANET tidak efektif menggunakan internet routing dengan beberapa alasan, antara lain keterbatasan kapasitas node, node pada MANET bukanlah dedicated-node, tingginya angka packet-loss, link antar node memiliki variasi kualitas bandwidth dan sering terjadinya perubahan topologi. Selain itu, menghindari terjadinya looping (perulangan rute) yang dapat menyebabkan kemacetan pada sebagian node tertentu.

Ada beberapa alasan mengapa routing pada MANET lebih rumit dibandingkan dengan routing pada jaringan berkabel, antara lain :

  • Node yang berpindah-pindah. Pada MANET, topologi jaringan akan selalu berubah disebabkan setiap node dapat berpindah-pindah kapan saja dan kemana saja. Peripindahan node ini akan menyebabkan topologi berubah. Sehingga setiap node perlu melakukan pengecekan terhadap status node setiap saat untuk mengetahui node-node apa saja yang terhubung pada node tersebut. Ini sangat penting untuk menentukan rute yang tepat pada proses routing.
  • Radio interferensi atau perpaduan gelombang radio. Gelombang radio sangat berpengaruh terhadap kualitas bandwidth pada jaringan wireless. Interferensi pada gelombang radio akan sangat mempengaruhi hal tersebut. Di satu sisi, interferensi gelombang dapat mendatangkan keuntungan, di sisi lain akan merusak gelombang radio tersebut. Keuntungan itu akan diperoleh apabila gelombang yang berpadu memiliki bentuk yang sama, sehingga akan memperkuat sinyal radio. Berbeda jika gelombang yang berpadu tidak sejalan, ini akan merusak gelombang radio tersebut.
  • Packet loss. Transmisi data menggunakan wireless akan memiliki angka packet loss yang cukup tinggi. Ini akan mempersulit dalam mengirimkan sinyal identifikasi (pesan hello). Apabila pesan hello tidak terkirim atau hilang, jaringan akan mengartikan bahwa node yang dituju telah berpindah atau tidak ada.
  • Otonomi. Setiap node pada MANET berperan sebagai router sekaligus end-user. Sehingga masing-masing node akan melakukan routing ke node selanjutnya. Ini akan memungkinkan terjadinya looping. Looping ini akan menyebabkan congestion pada node tertentu.

    Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri dalam menggunakan protokol routing. Menimbang banyaknya protokol routing yang tersedia saat ini, perlu dipahami keunggulan dan kekurangan masing-masing protokol routing tersebut. Ini dikarenakan tidak ada satu protokol routing yang tepat digunakan pada berbagai kasus.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: